Minggu, 10 Maret 2013

Sejarah Mengapa Cincin Pernikahan Ada di Jari Manis


Momen pernikahan kerap kali dilambangkan dengan cincin yang melingkar di jari manis dan pasangan dan di lengkapi dengan aksesoris dengan bunga pernikahan dan juga pakaian pengantin. Mungkin anda pernah bertanya tanya, mengapa cincin itu diletakkan di jari manis dan bukan di ibu jari, jari telunjuk, atau bahkan jari tengah. Ternyata semua itu ada sejarahnya. 

Pertama tama coba anda pertemukan seluruh ujung jari kedua dari kedua telapak tangan anda. Kemudian tekuk jari tengah ke arah dalam. Sekarang coba kedua ibu jari anda. Ibu jari ini dilambangkan sebagai orang tua. Anda dapat membuka kedua ibu jari bukan? Ya, hal ini melambangkan bahwa suatu ketika anda dan orang tua akan berpisah karena mereka akan meninggalkan kita suatu saat nanti.

Pertemukan kembali kedua ibu jari anda. Sekarang kita beralih ke kedua jari telunjuk. Kedua jari ini melambangkan saudara seperti kakak adik. Sebagaiman anda, suatu hari mereka akan menikah dan memiliki kehidupan sendiri sehingga anda dan mereka pun akan terpisahkan.

Tutup lagi kedua jari telunjuk dan sekaran coba buka jari kelingking anda. Jari kelingking melambangkan anak anak kita yang suatu hari pun akan meninggalkan kita. Tentu saja kedua jari kelingking kita akan dapat di buka. Sekarang, tutup kembali kelingking anda.

Nah, untuk yang terakhir, coba kedua jari manis anda. Apakah anda mengalami kesulitan untuk membukanya?

Konon hal inilah yang membuat jari manis menjadi posisi dimana cincin pernikahan akan berada. Otak mungkin dapat memerintahkan otot untuk memisahkan jari telunjuk, kelingking dan ibu jari kita. Namun tidak bagi jari manis. Jari manis yang tidak dapat dibuka menunjukkan cinta sejati yang tidak akan terpisahkan. Dan mengapa jari tersebut tidak dipisahkan seperti yang lainnya.

Banyak yang percaya karena cinta itu sebenarnya bukan karena dari otot dan otak melainkan dari hati dan perasaan terdalam kita. Percaya atau tidak? Buktikan sendiri dengan mencoba permainan jari di atas.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar