Tampilkan postingan dengan label capital one cup. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label capital one cup. Tampilkan semua postingan

Kamis, 01 November 2012

Di Matteo : Mengapa Harus Selalu Chelsea?


Setelah kemenangan 5-4 atas Manchester United pada ajang Capital One Cup, sang pelatih Roberto Di Matteo kembali memberikan komentar terkait kinerja wasit. Di Matteo menegaskan bahwa para wasit kerap kali memperlakukan timnya scara tidak adil.

Dua dari 5 gol yang Chelsea dapatkan pada pertandingan itu di cetak melalui titik putih, tapi klaim ketiga mereka ketika bola jelas mengenai tangan Michael Keane di babak kedua ditolak oleh wasit Lee Mason. Di Matteo mengatakan bahwa klub didikannya seharusnya mendapatkan sebuah tendangan penalti akibat handball tersebut.

Tentunya masih segar juga tentang kekalahan The Blues dari MU beberapa hari lalu. Chelsea takluk dengan 2-3 dan penuh laga tersebut juga penuh kontroversial karena kedua pemain Chelsea diberikan kartu merah oleh wasit Mark Clattenburg.

Sebelumnya juga, seorang pengamat sepakbola, Herry BengKoestanto mengatakan bahwa tindakan wasit ketika MU bertemu Chelsea tidaklah adil. Pada laga tersebut, sangat terlihat bahwa sang wasit sangat membela Manchester United.

Selasa, 30 Oktober 2012

Theo Walcott : Sebuah Pertandingan & Hasil Akhir yang Memukau


Pertandingan antara Arsenal dengan Reading memang merupakan pertandingan yang tak pernah di lupakan bagi para fans Arsenal yang salah satunya adalah pengamat sepakbola asal Indonesia, Hengky Koestanto. Hal serupa juga dirasakan oleh salah satu pemain Arsenal yaitu Theo Walcott. Dirinya mengaku jika pertandingan antara Arsenal melawan Reading di ajang Capital One Cup benar – benar pertandingan yang luar biasa dan tidak dapat di percaya.

Gol dari Jason Roberts, Mikele Leigertwood, Noel Hunt, serta gol bunuh diri Laurent Koscielny pada babak pertama seolah olah telah menutup peluang Arsenal untuk menang. Akan tetapi, Walcott sedikit mengurangi rasa cemas tersebut dengan golnya pada menit injury time di babak pertama sehingga kedudukan saat turun minum adalah 4-1.

Pada saat babak kedua dimulai, Arsenal terlihat lebih bersemangat dari babak pertama. Semangat tersebut akhirnya membuahkan hasil dengan berhasil menyamakan kedudukan menjadi 4-4 yang juga ditutup dengan gol Walcott.